Bengkel BengkelTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
hobby

Cara Merawat Tanaman Hias di Dalam Ruangan Agar Tidak Cepat Layu

Panduan lengkap merawat tanaman hias di dalam ruangan: pilih jenis tepat, atur cahaya & air, serta hindari 3 kesalahan pemula yang bikin tanaman mati.

26 Jul 2026 · 6 menit baca · oleh Iwan Saraswati
Cara Merawat Tanaman Hias di Dalam Ruangan Agar Tidak Cepat Layu

Pertanyaan "Bagaimana cara merawat tanaman hias di dalam ruangan?" sering muncul waktu kita baru mulai mengoleksi tanaman indoor. Saya sendiri dulu juga sempat bingung. Tanaman yang baru dibeli dari pasar di Mataram kok cuma bertahan dua minggu? Setelah beberapa kali mencoba, gagal, lalu belajar dari pengalaman, ternyata kuncinya tidak jauh dari tiga hal: cahaya, air, dan media tanam.

Jawaban singkatnya: rawat tanaman hias indoor dengan memilih jenis yang tahan minim cahaya, seperti sirih gading atau lidah mertua. Siram hanya saat media tanam sudah kering, biasanya 1-2 kali seminggu, pastikan pot punya drainase bagus, dan bersihkan debu dari daun sebulan sekali. Kalau tiga aturan dasar ini diikuti, tanaman Anda punya peluang hidup bertahun-tahun.

Kenapa Tanaman Hias Sering Mati di Dalam Ruangan?

Penyebab utama tanaman hias mati di dalam ruangan bukan karena Anda "tidak berbakat". Lebih sering, masalahnya ada pada tiga kesalahan klasik yang hampir semua pemula pernah lakukan.

Yang paling sering terjadi adalah overwatering, atau menyiram terlalu sering. Sebagian orang mengira tanaman harus diberi air setiap hari. Padahal, di dalam ruangan, penguapan air jauh lebih lambat dibanding di luar rumah. Akar yang terus basah bisa membusuk dalam waktu 7-10 hari. Kesalahan berikutnya, kurang cahaya. Tanaman tetap butuh cahaya untuk fotosintesis. Di ruangan tanpa jendela, atau ruangan yang hanya mengandalkan lampu TL biasa, intensitas cahaya bisa 10-20 kali lebih rendah dari kebutuhan minimal tanaman. Lidah mertua (Sansevieria) memang terkenal tahan banting, tapi tetap butuh setidaknya 2-3 jam cahaya tidak langsung per hari.

Lalu ada juga media tanam yang salah. Tanah kebun biasa sering terlalu padat untuk pot indoor. Akar jadi sulit bernapas, air menggenang, lalu tanaman mati pelan-pelan. Saya pernah kehilangan tiga pot aglonema karena memakai tanah dari halaman belakang rumah di Mataram. Ujungnya, semua layu dalam sebulan.

Fakta menarik, menurut data dari Perhimpunan Hortikultura Indonesia (2022), sekitar 68% kematian tanaman hias di rumah disebabkan oleh overwatering. Jadi kalau Anda ragu, lebih aman menunda penyiraman sebntar daripada langsung menyiram lagi.

Bagaimana Cara Memilih Tanaman Hias yang Cocok untuk Indoor?

Tanaman yang paling cocok untuk dalam ruangan biasanya berasal dari area lantai hutan tropis. Mereka sudah terbiasa hidup dengan cahaya temaram, jadi lebih mudah beradaptasi di rumah.

Beberapa pilihan yang cukup bandel untuk pemula:

  • Sirih gading (Epipremnum aureum), bisa hidup dengan cahaya lampu neon 12 jam sehari. Harga di Mataram sekitar Rp15.000-Rp25.000 per pot kecil.
  • Lidah mertua (Sansevieria trifasciata), tahan kekeringan dan cukup disiram 2-3 minggu sekali. Harganya sekitar Rp20.000-Rp50.000.
  • Lili Paris (Chlorophytum comosum), tumbuh cepat dan mudah diperbanyak. Saya punya satu yang sudah beranak pinak sampai 12 pot dari induk yang sama.
  • Aglaonema, daunnya cantik dan cukup toleran terhadap cahaya rendah. Tapi aglaonema butuh kelembapan udara di atas 50%, jadi kalau ditaruh di ruangan ber-AC, semprot daunnya seminggu sekali.

Sebelum membeli, coba periksa bagian bawah daun. Kalau ada bercak coklat, serangga kecil, atau lapisan putih seperti kapas, sebaiknya jangan dibeli. Daun yang menguning di bagian bawah juga bisa menjadi tanda tanaman sedang stres.

Kalau saya pribadi, lebih suka beli dari penjual yang sudah mengadaptasi tanamannya di lingkungan rumah selama beberapa hari. Biasanya tanaman seperti ini lebih aman saat dipindahkan ke ruangan kita. ## Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Merawat Tanaman Indoor Komparasi langsung ada di bengkel lengkap.

Biaya awal untuk satu pot tanaman hias indoor berkisar Rp50.000-Rp150.000, sudah termasuk pot dan media tanam. Rinciannya kira-kira seperti ini:

  • Tanaman: Rp15.000-Rp75.000, tergantung jenis dan ukuran
  • Pot dengan lubang drainase: Rp10.000-Rp30.000
  • Media tanam, campuran sekam, cocopeat, dan pupuk kandang: Rp10.000-Rp25.000 per 5 liter
  • Pupuk cair yang bisa dipakai 3-6 bulan: Rp25.000-Rp50.000

Untuk biaya bulanan, perawatannya sebenarnya kecil sekali. Paling hanya air keran dan listrik kalau Anda memakai lampu tanaman. Saya sendiri menghabiskan sekitar Rp15.000 per bulan untuk listrik lampu LED 10 watt yang dinyalakan 8 jam sehari.

Yang sering tidak dihitung justru biaya mengganti tanaman mati. Kalau perawatannya keliru, satu tanaman bisa mati dalam 2-3 bulan. Daripada bolak-balik membeli tanaman baru, lebih baik investasi sedikit di awal, misalnya membeli buku panduan atau ikut kelas online singkat. Kelas merawat tanaman hias di platform seperti Skill Academy atau kursus lokal di Mataram biasanya sekitar Rp50.000-Rp100.000 untuk 2-3 sesi Beberapa pertimbangan tambahan di bengkel.

Bagaimana Cara Menyiram dan Memberi Pupuk yang Tepat?

Aturan paling penting adalah cek media tanam dulu sebelum menyiram. Masukkan jari telunjuk ke tanah sedalam 2-3 cm. Kalau masih terasa lembap, jangan disiram. Kalau sudah kering, siram sampai air keluar dari lubang drainase. Frekuensi penyiraman bisa berbeda-beda, tergantung jenis tanamannya:

  • Tanaman daun lebar seperti aglaonema dan sirih gading: 1-2 kali seminggu
  • Tanaman sukulen seperti lidah mertua dan kaktus mini: 1 kali setiap 2-3 minggu
  • Tanaman dengan daun tipis seperti lili paris dan pakis: 2-3 kali seminggu

Untuk pupuk, gunakan pupuk cair NPK 20-20-20 yang diencerkan setengah dosis dari petunjuk kemasan. Berikan sebulan sekali saat musim hujan, atau setiap 2 bulan saat musim kemarau. Saya biasa memakai pupuk cair siap pakai merek Gandasil D. Harganya sekitar Rp30.000 per botol dan cukup untuk 3-4 bulan.

Contoh sederhana, Agustus lalu saya punya aglaonema yang daunnya mulai pucat. Awalnya saya kira kurang pupuk. Setelah dicek, ternyata akarnya busuk karena pot tidak punya lubang drainase. Saya ganti pot, potong akar yang busuk, lalu tanam ulang. Dalam 3 minggu, daun baru tumbuh hijau segar. Rasanya lega bangeet lihatnya.

Apa Risiko Jika Tanaman Indoor Tidak Dirawat dengan Benar?

Risiko paling jelas tentu tanaman mati. Tapi ada beberapa masalah lain yang kadang tidak langsung disadari.

Pertama, jamur pada media tanam. Kalau tanah terlalu lembap dan sirkulasi udara buruk, jamur putih bisa muncul di permukaan media. Pada sebagian orang, terutama anak-anak dan lansia, jamur seperti ini dapat memicu alergi.

Berikutnya, serangan hama seperti kutu putih (mealybug) atau tungau laba-laba. Tanaman yang stres karena kurang cahaya atau terlalu banyak air biasanya lebih rentan. Kutu putih sering muncul di sela-sela daun. Kalau dibiarkan, hama ini bisa menyebar ke tanaman lain. Cara mengatasinya cukup sederhana: lap daun dengan kapas yang dibasahi alkohol 70%, lalu ulangi seminggu sekali sampai bersih. Masalah lain yang sering muncul adalah daun menguning dan rontok. Biasanya ini tanda tanaman sedang stres karena perubahan lingkungan mendadak, misalnya dipindah dari tempat teduh ke lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Bisa juga karena akar sudah terlalu padat di pot, sehingga tanaman perlu direpotting setiap 1-2 tahun.

Saya dulu pernah kehilangan satu pot sirih gading karena menaruhnya terlalu dekat dengan ventilasi AC. Udara dingin dan kering membuat ujung daunnya coklat lalu mengeriting. Sekarang, saya selalu menjaga jarak tanaman minimal 1 meter dari AC. Merawat tanaman hias di dalam ruangan sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Mulailah dari satu atau dua tanaman yang bandel, amati responsnya, lalu sesuaikan perawatan. Yang paling penting, jangan terlalu sering menyiram, beri cahaya yang cukup, dan gunakan media tanam yang porous. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman indoor bisa jadi teman hijau yang menyegarkan suasana rumah setiap hari, apalagi kalau rumah terasa agak sumpek sehabis siang hari.

Selengkapnya di: sumber resmi.

Bacaan lanjutan: Bengkel produktif

Sumber lanjutan: sumber resmi

Tag: #tanaman hias #merawat tanaman indoor #tips tanaman rumah